Shading, lighting, dan texturing merupakan metode atau teknik dalam rendering (pembentukan gambar yang mengandung model geometris untuk menghasilkan gambar yang lebih realistis). Pemberian bayangan (shading) merupakan proses penentuan warna dari semua pixel yang menutupi permukaan menggunakan model illuminasi (pencahayaan). Pencahayaan (lighting) adalah suatu metode yang dapat kita terapkan pada proses rendering untuk menjadikan sebuah objek menjadi terlihat berbeda dan realistis. Sementara itu, texturing merupakan proses mewarnai, memberi tekstur, atau memberi efek material pada sebuah model 3D. Bagian ini secara garis besar akan menguraikan sejumlah operasi terkait dengan ketiga teknik di atas secara ringkas dan implementatif. Pembahasan lebih rinci mengenai teknik terkait bisa dilihat pada dokumentasi Java3D.
Sumber :
http://agusblogsite.blogspot.com/2010/03/shading-lighting-and-texturing.html
Selasa, 29 November 2011
Senin, 14 November 2011
Desain Pemodelan Grafis dan Alat perkembangannya Desain Grafis
Heii teman – teman pada kesempatan kali ini saya akan membuat tulisan mengenai desain grafis dan alat – alat yang di gunakan pada desain grafis. Nah apa siih itu desain grafis, yang kita tahu desain adalah desain dan grafis adalah grafis seperti titik sumbu koordinat, tentu bukan itu arti sebenarnya pengertian Desain Grafis adalah itu berasal dari kata Desain dan Grafis, kata Desain berarti rancangan atau gambaran/proses/perbuatan yang mengatur segala sesuatu sebelum bertindak . Sedangkan Grafis adalah garis atau titik yangnantinya berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi intinya Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini menjadi suatu rancangan yang khusus dan sangat berguna dalam bidang gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, yang di dalamnya terdapat tipografi ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
Sejarah dan Perkembangan Desain Grafis
Sejarah awal perkembangan desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis sign dan simbol yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi, tetapi sejak dulu manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Selanjutnya memasuki Era Cetak : Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku.
Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”. Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Teknik cetak lithografi menggunakan teknik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho.
Mulainya perkembangan desain grafis mengalami perkembangan pesat yaitu padasaat kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.
Dan pada saat ini adanya mesin cetak dan komputer juga merupakan dua hal yang secara signifikan yaitu mempercepat perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid, website dan animasi/kartun yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain grafis.
Daftar Alat yang bisa di gunakan untuk Desain Grafis
Desktop publishing
§ Adobe Photoshop § Adobe Illustrator § Adobe Indesign § Coreldraw § GIMP § Inkscape § Adobe Freehand § Adobe image ready § CorelDraw
Webdesign
§ Adobe Dreamweaver § Microsoft Frontpage § Notepad § Adobe Photoshop
Audiovisual
§ Adobe After Effect § Adobe Premier § Final Cut § Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash § Ulead Video Studio § Magic Movie Edit Pro § Power Director
Rendering 3 Dimensi
§ 3D StudioMax § Maya § AutoCad § Google SketchUp § Light Wave § Blender
Sumber :
Selasa, 05 April 2011
Apa itu Web Science.?
Web science didirikan pada tahun 2006 dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web science ini awalnya adalah hasil dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Yang memiliki tujuan mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak peluncuran inisiatif ini, konsep Web Science telah banyak disebarluaskan dan menetapkan diri sebagai kawasan penting dari kegiatan.
Definisi web adalah sebuah sistem hypertext dokumen yang saling terkait yang diakses dengan menggunakan internet untuk memberikan informasi berbasiskan elektronik berupa : multimedia, teks, grafis serta segala data dan informasi yang dapat dimasukkan dalam format-format tersebut, umumnya berbasiskan HTML. Sedangkan, science adalah Ilmu pengetahuan tentang sesuatu hal yang dapat diinformasikan asal-usulnya untuk informasi khalayak umum. Jadi, definisi web science merupakan ilmu pengetahuan yang dapat dipakai dalam web yang dapat dijadikan tempat untuk mencari atau memberikan informasi tentang semua ilmu pengetahuan untuk kita dapat mempelajarinya lebih dalam lagi.
Tujuan dari adanya web science adalah sebagai berikut :
- Untuk mempromosikan dan mendorong dan mendorong penelitian kolaboratif untuk mempelajari pengembangan web.
- Untuk memberikan forum global bagi para akademis, pemerintah, dan industri untuk mengembangkannya.
- Untuk mendorong perkembangan dari web dan memungkinkan merancang inovasi kurikulum untuk prinsip atau pengetahuan baru dari web science. Jadi, untuk melatih generasi-generasi pendatang dari peneliti web itu sendiri.
Keuntungan Web Science
- Memberikan efisiensi waktu untuk para pengguna internet agar lebih mudah mendapatkan informasi tertentu di suatu ilmu murni tertentu melalui web science.
- Memberikan tampilan seperti gambar – gambar yang menarik agar para pembaca tidak bosan saat mereka membaca materi yang ada pada web science tersebut.
- Membuat para pengguna internet lebih mengenal teknologi modern dengan ilmu – ilmu murni yang sedang berkembang.
Kekurangan Web Science
- Terjadinya kesalah pemahaman apabila informasi atau materi yang disugguhkan kurang akurat dan kurang jelas untuk para pembaca nya.
- Internet ( web science ) saat ini masih belum bisa digunakan untuk semua penduduk hingga kepenjuru atau pelosok, terutama pedesaan di Indonesia.
- Apabila informasi atau materi yang disampaikan tidak sesuai dengan ilmu murni aslinya, maka akan terjadi kesenjangan dan masalah dengan para pakar ilmuwan nya
Langganan:
Komentar (Atom)